Laporan Perjalanan Dinas

LAPORAN PERJALANAN DINAS

Dasar melakukan Perjalanan Dinas :

1. Surat Tugas Ketua DPRD Kab. Tabalong, Nomor : /SetDPRD/UM/090/03/2010
2. Surat Tugas Perjalanan Dinas Ketua DPRD Kab. Tabalong,
Nomor : 094/ /Um.
Tanggal : 15 Maret 2010

Atas dasar tersebut di atas, maka :

N a m a / N I P :
Pangkat/Gol. Ruang :
Jabatan :

Telah melakukan Perjalanan Dinas selama 5 (Lima) hari kerja dari tanggal 16 s.d. 20 Maret 2010, dengan hasil kegiatan sebagai berikut :

1. Perjalanan Dinas keluar daerah dalam rangka kunjungan Kerja Komisi I DPRD Kabupaten Tabalong tentang Ketenagakerjaan dan Balai Latihan Kerja di Pemerintah Kota Bandung (Disnaker Bandung) propinsi Jawa Barat.
2. Kota bandung melakukan rekrutmen tenaga kerja dengan melakukan pelatihan di setiap perusahaan.
3. Melakukan kerjasama dengan daerah-daerah dalam melakukan perekrutan tenaga kerja.
4. Menyiapkan tenagakerja yang terampil dan prodoktif yang berbasis masyarakat.
5. Menyiapkan tenaga kerja loKal yang diatur dengan perda sebagai dasar ketenegakerjaan.
6. Dalam pengawasan k3 dilakukan secara kontinyu agar mengurangi permasalahan kecelakaan tenaga kerja.
7. Perlunya peran serta masyarakat dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan dengan pelatihan ketenagakerjaan dari masyarakat setempat.
8. Perusahaan tenagakerja khusus yang ada diarea perusahaan.
9. Menginventarisir setiap perusahaan terhadap ketenagakerjaan yang diperlukan.

Demikian Laporan Perjalanan Dinas ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Dibuat di Tanjung
Pada tanggal 22 Maret 2010

Mengetahui :
KETUA DPRD TABALONG Yang membuat laporan

Kebijakan anggaran pendidikan 20 % dari APBN/PABD

Alokasi dana pendidikan Dalam  Undang Undang Dasar 1945 pada pasal 31 (4) dengan jelas mengamanahkan bahwa Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja Negara serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk memenuhi  kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Hal ini direalisasikan oleh pemerintah dengan adanya UU no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 49 (1).  Tetapi dalam kenyataannnya belum bisa terpenuhi, karena anggaran 20 % tersebut seperti yang diputuskan mahkamah Konstitusi (www.Solar-Aid.org) juga termasuk gaji guru.  Sehingga dana yang benar-benar dialokasikan langsung untuk peserta didik tidak lagi mencapai 20 %, bahkan tidak menutup kemungkinan hanya tinggal sebagian saja.

Alangkah elok jika pemerintah daerah  mampu menganggarkan sebenar-benarnya 20 % dari anggaran APBD mereka (tidak termasuk gaji guru), sehingga mereka tidak hanya  berkutat pada pemenuhan fasilitas dan infrastruktur dunia pendidikan semata tetapi dapat lebih memperhatikan bagaimana meningkatkan kualitas dunia pendidikan kita.  Sulitnya pemerintah daerah menambah alokasi dana pendidikan selain Karena memang kemampuan daerah yang masih rendah juga sering kali berbenturan dengan kepentingan masyarakat lainnya. Dimana pemerintah daerah dihadapkan pada pilihan prioritas yang sangat berbenturan dengan kepentingan masyarakat.

Sementara system pendidikan kita belum mampu memberikan pelayanan yang maksimal bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena biaya pendidikan yang masil mahal, kualitas pendidikan yang masih rendah, sarana dan prasarana yang belum terpenuhi secara merata,  lemahnya manajemen pendidikan dan masih adanya korupsi di bidang pendidikan serta jauhnya kesenjangan antara daerah perkotaan dengan daerah pinggiran atau terpencil. Hal ini diperparah dengan kemampuan ekonomi masyarakat yang masih banyak dibawah garis kemiskinan, kultur setempat yang masih belum memahami akan pentingnya pendidikan bagi generasi penerus. Dengan keadaan yang demikian alokasi dana pendidikan sebesar 20 % termasuk gaji pendidik dari APBN/APBD sangatlah tidak mencukupi apabila kita benar-benar ingin mencapai tujuan pendidikan nasional.

Jika pemerintah ingin mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa seperti  dalam pembukaan UUD 1945, maka pemerintah harus konsisten dalam kebijakan Pendidikan, anggaran 20 % dari APBN/APBD harus benar-benar langsung dialokasikan ke peserta didik, artinya gaji untuk guru tidak termasuk dalam anggaran yang 20 % tersebut. Pemerintah juga harus mampu menyediakan fasilitas  memadai dan akses yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Serta mengatur proses pendidikan melalui regulasi dan kebijakan yang mendukung pembangunan nasional.

Tayangan berita TV ‘satu’ yang mengganggu itu

Sebelum berangkat ke kantor tadi pagi (Selasa, 21 September 2010), saya sempat melihat berita pagi di TV ‘satu’.  Ada cuplikan berita yang mengganggu saya. Saat itu TV ‘satu’ sedang menyiarkan peristiwa penggerebekan rumah salah seorang teroris yang bernama Taufik Hidayat (menurut berita teroris yang terlibat perampokan bank niaga medan).  Dalam berita tersebut, secara jelas mereka mengatakan bahwa rumah yang digrebek itu adalah rumah teroris.  Tidak ada ‘dugaan’ atau ‘tersangka’ teroris. Bagaimana mungkin media televisi nasional kita memberi label seenaknya pada seseorang yang belum dibuktikan secara hukum sebagai teroris?

Digambarkan pula bahwa terdapat banyak barang bukti seperti pakaian (baju atau celana loreng-loreng motif yang biasa digunakan utk seragam abri), potongan helm (yang mirip dengan perampok bank niaga medan), buku (masih baru, pada sampul ada gambar Osama, judul saya lupa), dan entah apa lagi, yang dijejerkan di lantai rumah. Saya tidak tahu apa memang barang bukti boleh dipublikasikan pada media oleh polisi? Dan entah kenapa waktu melihat tayangan tersebut saya jadi ragu barang bukti tersebut memang ditemukan di rumah itu….-_-

Kemudian,  berkali-kali tayangan stiker salam (yang bertuliskan Arab dan disisi kiri kanannya terdapat tulisan Allah dan Muhammad) ditayangkan. Apa maksud penayangan stiker tersebut (yang dilakukan berkali-kali) oleh TV ‘satu’ tersebut? Apakah untuk penegasan bahwa Taufik Hidayat ‘seorang teroris’ dan ‘beragama Islam’???? Saya sebagai seorang muslim jujur saja merasa terganggu  -_-

Quick Post 2

Wuah….sudah lama tidak mengunjungi blog ^^

Ternyata blognya tetap saja sepi, hehehehe…

Just wanna say, “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H” (walaupun telat….^-^)

Ponyo on the Cliff

Satu lagi animasi Ghibli yang baru-baru ini saya tonton. Sangat terlambat memang, karena sulitnya mencari DVD atau VCD film ini. Tapi akhirnya, saya berhasil mendapatkannya….^^ Bahkan saya dapat 2 versi (versi English dan versi Jepang).

Sama seperti film-film Ghibli lainnya yang sarat imajinasi. Banyak hal-hal imajiner yang tampil di film ini, seperti mimpi dalam benak anak-anak. Tetapi semua ditampilkan dengan indah.

Ponyo memulai petualangannya

Animasi Ponyo ini menggambarkan kehidupan laut dan daerah pesisir, di mana kebanyakan orang bekerja di laut (tapi jangan membayangkan daerah pesisir seperti di Indonesia, ya….^^). Pesan untuk menjaga kelestarian laut sangat kuat, bahkan sindiran bagaimana manusia sering merusak biota laut hanya untuk kepentingan pribadi diucapkan secara lugas oleh peran “ayah” Ponyo.

sang “ayah”

Menariknya, dalam film animasi ini tidak ada “si jahat”nya menurut saya. Walaupun pada awalnya saya mengira sang “ayah” ini jahat, tetapi pada akhir cerita penonton pasti memaafkan kelakuan anehnya.

Ponyo dan Sosuke

Ponyo dan Sosuke pergi mencari Lisa

Ponyo dan Sosuke, mereka berdualah bintang dalam animasi ini. Tetapi saya kurang begitu menyukai keduanya. Karena menurut saya hubungan antara keduanya terlalu dipaksanakan (saat akhir cerita), saya lebih menyukai hubungan mereka yang alami pada saat mereka berpetualang ^^

Film-film Ghibli menurut saya memang bukan tontonan anak-anak seperti animasi-animasi buatan Pixar atau Disney. Karena sedikit “sulit” untuk anak-anak, tetapi kekuatan cerita yang sarat dengan tokoh-tokoh dan gambaran imajinasi atau mimpi yang ditampilkan dapat menjadi hiburan tersendiri bagi mereka. Saran saya, dampingi anak-anak ketika menonton film ini.

Bagi saya film ini bukan favorit saya, banyak hal di luar ekspektasi saya. Dibandingkan animasi-animasi Ghibli lainnya seperti Spirited Away dan Tonari No Totoro, saya jauh menyukai keduanya dibandingkan film ini. Atau mungkin karena saya terlalu berharap banyak pada film ini….?

Rate saya 2.5/5

Nobody’s Boy

Saya membeli buku ini karena tertarik dengan cover atau sampul depannya. Memang ada istilah “don’t judge the book by cover” tapi karna pilihan cover yang bagus itulah saya membelinya.

(gambar dari : http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=KDWP0811&kat=5#)

Ketika melihat cover buku itu, entah kenapa saya merasa familier dengan gambarnya. Ketika saya membaca ringkasan buku di cover belakangnya, ternyata saya memang ‘mengenalnya”.

Ternyata Nobody’s Boy adalah buku cerita karangan Hector Malot yang disadur menjadi animasi 3D pertama “REMI” yang pada pertengahan 90-an sangat populer. Karena diputar oleh RCTI pada hari Minggu pagi setelah serial Doraemon. Saya yang waktu itu masih SD dan pencinta Doraemon pasti menonton serial REMI ini setelahnya. Walaupun tidak mengikuti utuh, tapi secara garis besar saya tahu jalan ceritanya.

“Berjalan di jembatan…

Bagai prajurit perang….”

Bahkan saya masih ingat sedikit lagu Ost.nya :)

Setelah saya membaca buku tersebut, ternyata animasi Remi itu sangat mirip dengan deskripsi dalam bukunya. Saya jadi ingin menontonnya lagi. Selain itu, saya penasaran dengan ending dalam serial animasinya. Karena seingat saya, dalam animasi  tidak ada gambaran saat remi besar atau remaja.

Untuk bukunya sendiri, menurut saya sangat indah. Karena banyak nilai-nilai baik yang terkandung di dalamnya. Dan saya rasa pengarangnya sangat adil terhadap tokoh utamanya, walaupun banyak kesulitan dan kesedihan yang menimpa remi.  Tetapi remi selalu dikelilingi orang-orang yang bersedia membantu tanpa pamrih. Nilai ini yang saya rasa sudah jarang saya dapati dalam buku-buku atau tontonan sekarang ini. Banyak cerita di mana tokoh utamanya selalu ditindas atau terkena kemalangan tetapi yang menolong pasti memiliki alasan khusus. Entah karena menyukai atau mencintai sang tokoh utama, atau karena alasan lain. Apakah karena memang saat ini nilai kepedulian terhadap orang lain semakin berkurang?

Quick Post

Banyak kejadian yang terjadi setelah tulisan saya yang terakhir ini. Tetapi belum bisa saya tuangkan di sini.

Ini postingan cepat yang saya buat karena tanpa sengaja saya menemukan sebuah blog yang cerdas, orisinil dan tulisannya mampu membuat saya kagum dengan isi otak sang penulis. Terutama di tulisan-tulisan 20 pikiran dangkalnya yang dia buat secara periodik. Banyak sekali tuangan pikiran yang dia kategorikan dangkal, tapi mampu menyentil batin kita.

Saran saya, bacalah blog ini

Kota Tua

Untuk kesekian kalinya kupijakan kakiku di ibukota negaraku, kota metropolitan yang tidak pernah tidur dan katanya lebih kejam dari ibu tiri. Perjalanan kali ini sedikit berbeda dengan perjalanan sebelumnya, karena kami menginap di sebuah hotel dikawasan kota tua. Untuk pelayanan dan fasilitas kamar kuberi nilai 8 dari skala 1 – 10. Ketika kami sampai di hotel, salah satu temanku mulai berkomentar tidak enak. Dan benar saja begitu kami memasuki hotel tersebut suasana didalam membuat bulu kuduk berdiri. Kubilang saja pada temanku yang lumayan sudah berumur, kalu aku penakut dan apabila terjadi sesuatu nanti malam aku pasti akan langsung melompat ke tempat tidurnya. Begitu selesai meletakan koper di kamar aku langsung cabut cari makanan di sekitar hotel, maklum cacing dalam perut sudah mulai bernyanyi keroncongan. Temanku hanya titip makanan kepadaku, katanya dia mau istirahat saja di kamar hotel. Sehabis magrib aku pulang kekamar (maklum aku lagi cuti sholat) dan kulihat temanku selesai sholat magrib dan melanjutkan dengan baca yassin. Malam itu kami tidur awal, tapi entah mengapa aku tidak bisa tidur. Tiba-tiba temanku terbangun dan memanggilku dan mengajakku mengungsi kekamar sebelah, katanya dikamar kami AC nya panas, kubilang teman kami yang dikamar sebelah sudah tidur. Kamipun mencoba tidur lagi, tapi tak berapa lama temanku mengajak ngungsi kamar lagi, katanya di kamar terlalu sepi, akupun mulai mengerti sepertinya ada yang tidak beres dirasakan oleh temanku. Akhirnya kamipun mengungsi kekamar sebelah dengan membawa bantal masing-masing.
Sesampainya di kamar sebelah baru temanku bercerita bahwa dia merasa agak diganggu oleh sesuatu yang tidak terlihat oleh mata biasa. Paginya kami kembali kekamar kami dengan maksud membereskan barang dan mandi, tapi ternyata pintu kamar hotel kami tidak bisa dibuka, beberapa kami coba tapi tetap tidak bisa, akhirnya kami kembali kekamar sebelah. Begitu masuk kamar temanku langsung keluar dari kamar mandi dan berkata bahwa dia melihat sosok perempuan berbaju penganten mengikuti kami masuk kamar….!!! Akhirnya selama tiga malam kami ketakutan dan tidur berlima dalam satu kamar. Berdasarkan cleaning servis, security dan sopir taxi yang kami tanyai mengenai hotel tersebut, katanya memang tamu sering diganggu oleh none belanda berbaju penganten. Takkuuuuuuuutttttt…..!!!

« Entri lama
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.