Sawah itu akan hilang

Saat ini, ada hal yang mengganjal dihatiku. Tak jauh dari kost (Kayen, Sleman Yogyakarta), ada area persawahan yang cukup luas. Aku memang jarang melewati daerah itu, karena memang tidak berada di jalan utama. Tetapi ketika ada waktu, aku akan memutar dan melewatinya. Biasanya di sore hari, ketika matahari tidak lagi terlalu terik dan udaranya terasa segar dihirup. Kegiatan ini sangat membantu mereduksi kelelahan pikiran, yang terkadang kita sendiri tidak merasakannya.

Kegiatan ini termasuk salah satu kegiatan yang sering kulakukan, mungkin karena aku termasuk kategori “mountain people”. Walaupun tempat-tempat yang sering kukunjungi entah kenapa malah pantai..^_-

sawah

Beberapa bulan terakhir, tampak banyak pancang mulai terpasang di beberapa petak sawah. Pancang-pancang itu menandakan kepemilikan sawah-sawah tersebut. Sedikit miris ketika mengetahui fakta bahwa sebagian besar area persawahan tersebut telah dibeli suatu perusahaan. Area itu nantinya akan dibuat sebuah perumahan. Memang saat ini, para pemilik lama masih diperbolehkan untuk memakai “bekas” tanahnya untuk sementara waktu, karena pihak perusahaan masih berusaha membeli beberapa kapling sawah yang pemiliknya belum setuju akan penawaran harga tanahnya. Tapi, bisa dipastikan setahun atau dua tahun yang akan datang, sawah-sawah itu akan hilang.

tanah-milik

Kemarin sore, aku dan temanku sengaja pergi ke sawah untuk menikmati dan bukan hanya sekedar lewat. Kali ini aku disana pergi menyusuri pematang dan photo-photo, karena kupikir tahun depan mungkin sawahnya sudah tidak ada lagi. Ternyata disana kami bertemu dengan orang-orang yang juga menikmati persawahan, ada belasan anak-anak TPA yang dibawa gurunya jalan-jalan kesana. Serta beberapa bapak-bapak yang duduk di pinggir pematang sambil berbagi cerita. Bahkan, kami bertemu bapak kost yang sedang bersepeda sore disana. Ternyata, area persawahan ini adalah sebuah tempat berkumpul bagi oarng-orang sekitar, perannya sudah seperti taman kota di daerah suburban. Dimana nantinya mereka akan berkumpul, seandainya area ini sudah berganti menjadi perumahan elit yang sekelilingnya dipagari dan dijaga satpam?

burung

Selain masalah pergantian “peran” daerah itu nantinya, juga ada masalah bagi orang-orang yang mencari penghasilan di daerah tersebut. Bagi pemilik sawah, mungkin bukanlah suatu masalah karena mereka mendapat kompensasi dari penjualan tanahnya. Tetapi bagi petani, yang mengerjakan sawah milik orang lain? Mereka harus mencari sawah milik orang lain yang masih bisa digunakan. Serta orang lain seperti seorang bapak yang kami temui sore itu. Beliau sehari-harinya mencari burung dengan cara menebar jala tipis di sekitar sawah setiap paginya. Sore hari, dia akan memeriksa dan mengambil burung-burung yang terkait jalanya untuk dijual. Seandainya sawah di daerah sana sudah tidak ada, beliau harus pergi lebih jauh untuk mencari sawah-sawah lainnya.

2 thoughts on “Sawah itu akan hilang

  1. mb….
    aq jg mw liat sawah itu…
    klo ditanya mw pilih sawah atw rumah elit,….
    ya pilih sawah aj, bwt m’pertahankan smber bhn pangan pokok qta…skrg aj msh byk sawah ud ngimpor beras…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s