3 DOA 3 CINTA

film19881b

Film dengan genre drama ini merupakan film kedua yang mempertemukan Dian Sastrowardoyo dengan Nicholas Saputra, setelah Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Karena penasaran, saya memutuskan untuk menonton film ini. Semula saya mengira akan terjadi adegan percintaan antara keduanya, ternyata tidak ada. Hubungan mereka berdua di film ini bukan sebagai pasangan kekasih. Tetapi hubungan mereka berdua cukup menarik, karena dua orang yang sangat berbeda, tetapi mereka dapat saling menolong dengan tulus.

hudadona2

Film ini merupakan besutan sutradara Nurman Hakim yang merangkap penulis cerita. Sutradara sendiri berlatar belakang pesantren, sehingga dengan apik mampu menghadirkan kehidupan sehari-hari santri. Walaupun ini bukan karya perdananya (Nurman Hakim telah menghasilkan beberapa film independent), tetapi film ini merupakan karyanya yang berhasil mengangkat namanya. Film ini berhasil masuk dalam festival Pusan di Korea Selatan dan meraih beberapa nominasi dalam Festival film Indonesia 2008 di Bandung.

3 Doa 3 Cinta, bercerita tentang persahabatan 3 orang santri yang akan lulus pesantren, tempat mereka menimba ilmu. Huda (Nicholas Saputra) orang yang sangat berbakti, memiliki cita-cita menemui ibunya yang selama ini tidak pernah menemuinya setelah menitipkan dia di pesantren. Jalan pencariannya menemui ibunya dibantu oleh seorang penyanyi dangdut yang pernah tinggal di Jakarta, dan terobsesi menjadi pemain sinetron, Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo). Rian (Yoga Pratama) yang mendapat kiriman handycam dari ibunya. Bercita-cita membangun kembali usaha foto keluarganya, tetapi menemui kebimbangan ketika dia merasa kecewa dengan keputusan ibunya untuk menikah lagi setelah setahun kematian ayahnya. Dan yang terakhir, Syahid (Yoga Bagus) santri berasal dari keluarga miskin, yang saat ini ayahnya sedang sakit, bercita-cita mati syahid dan masuk surga. Karena suatu kondisi, Syahid masuk dalam kelompok Islam aliran keras. Akhir film ini ditutup dengan baik, penulis dengan baik-hati memberikan akhir yang bahagia bagi semua pemain.

hudaryansyahid

Bersetting tahun 2001, ketika terjadi tragedi WTC 9/11 dan membuat gambaran bagaimana reaksi Indonesia berusaha membasmi oknum yang diduga terlibat kegiatan teroris. Gambaran bahwa Islam tidak semuanya beraliran keras, serta nama besar para pemain, membuat film ini layak ditonton.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s