Pasar

Tadi pagi, saya pergi ke pasar tradisional yang ada di kotaku (Tanjung). Selain berbelanja, saya memperhatikan kegiatan yang terjadi di sekitar saya. Ternyata selain kegiatan jual-beli, pasar telah menjadi sebuah tempat komunitas bagi penghuninya (penjual). Disana dapat ditemui, ibu-ibu penjual sayur yang menjual barang dagangannya sambil menjaga anaknya yang masih berusia balita. Penjual ayam yang tertawa dan bertukar gosip dengan rekan penjual ayam disampingnya. Penjual ikan yang merayu seorang ibu muda berpenampilan menarik untuk membeli ikannya dalam jumlah banyak. Anak-anak usia sekolah yang berlarian di sekitar los-los pertokoan baju.Dan tentu saja, ‘penjaga’ pasar yang berkeliaran di sekeliling pasar sambil menarik iuran tiap toko.

Pasar merupakan suatu sarana umum yang menjadi ciri atau tanda geliat perekonomian masyarakatnya. Saya teringat  kejadian gempa bumi di Yogyakarta tahun 2006 silam. Beberapa hari setelah gempa, saya dan teman-teman saya hampir setiap hari pergi mengunjungi daerah bantul dan klaten, tempat terparah kerusakan akibat gempa, untuk memberikan bantuan. Tetapi ketika pasar tradisional setempat mulai hidup, atau telah tersedia barang dagangan yang dijual dan mulai banyak masyarakat yang berdatangan untuk membeli. Seorang rekan mengatakan bahwa misi bantuan berupa barang (makanan, selimut, dll), dapat dikurangi karena masyarakat sudah mulai dapat berdiri sendiri. Hal itu ditandai dengan pasar tradisional yang mulai ramai. Ketika kami menanyai korban pun, mereka mengatakan bantuan barang sudah cukup .

Pasar tradisional di Indonesia masih merupakan tempat belanja utama. Walaupun sudah banyak supermarket-supermarket, tetapi keberadaan tempat-tempat tersebut hanya terbatas di kota-kota besar saja. Di daerah seperti di Tanjung belum ada. Karena itu saya harapkan pemerinta daerah mau lebih memperhatikan kondisi pasar tradisional setempat. Keamanan dan kenyamanan pasar, adalah hal utama yang harus ditingkatkan.

 image060

(“pasar ikan” ~ suasana pasar ikan)

image062

(“Melamun” ~ seorang ibu menunggui dagangannya sambil melamun)

3 thoughts on “Pasar

  1. Yah pasar memang pusat perekonomian bagi masyarakat menengah kebawah..sy lom pernah kpasar tanjung…kyaknya banyak langsat ga sekarang…huhu…sesekali liat pasar pagi di barabai jg dong…

  2. Setuju….
    Hmm..sekarang langsat sudah gak ada lagi. Taon ini memang langsat tanjung gak begitu banyak. Mungkin karna banyak ujan tahun ini, jadi cuman sedikit pohon langsat yang berbuah.
    Pasar barabai? Sering banget kesana… Soalnya sering belanja ksana juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s