Rindu Kampung Halaman

Sudah beberapa bulan ini aku tidak menjenguk kampung halamanku. Dalam tiga tahun terakhir ini, sejak berhenti kerja aku memang jarang kesana. Padahal sebelumnya hampir tiap bulan aku kesana.
Dahulu kampung halamanku dikenal dengan nama Kampung Mundar, kemudian menjadi desa Timan dan entah apa sebabnya sekarang kampungku berubah nama lagi menjadi desa Murung B dengan tiga anak desa, yaitu Tarlaga, Timan Muhara & Timan. Dulu kampungku termasuk dalam wilayah kecamatan Batu Benawa, sekarang masuk dalam Kecamatan Hantakan. Kampungku terletak di pegunungan Meratus. Jadi bisa dibayangkan disana cukup dingin. Kalau pagi hari minyak goreng niniku (nenek) sering beku dan perlu dihangatkan dulu sebelum dipakai. Seingatku ketika aku kecil, aku baru mau turun mandi kesungai ketika matahari sudah mulai naik karena kalau pagi-pagi sekali air sungai sangat dingin. Orang tuaku perlu usaha yang keras untuk merayuku agar aku mau mandi pagi-pagi sekali, airnya sangat jernih dan berbatu serta tidak terlalu dalam. Aku sering mencari udang-udang kecil dibalik batu bersama teman-temanku. (kalau tidak salah kami dulu menyebutnya menjaranang).
Dikampungku ada tempat pariwisatanya juga lho !, ada pemandian air panas. Aku sangat senang berendam disana ketika masih berbentuk telaga kecil, dulu untuk mencapainya kita harus malewati hutan, sawah-sawah dengan menyusuri pematang, menyeberangi sungai dan juga menyusuri sungai kecil. Aku dan teman masa kecilku sangat senang, kami seperti petualang kecil. Sekarang untuk mencapainya tidak perlu jalan kaki lagi, karena mobil sudah dapat langsung kesana dan juga telah dibangun jembatan agar tidak lagi berjalan dipematang dan menyusuri sungai kecil. Dan air panasnya juga tidak berbentuk telaga lagi tapi sudah berubah menjadi kolam setelah di rehab. Pemerintah daerah memang memperhatikan dan memperbaiki sarana disana, sehingga tempat pariwisata pemandian air panas tersebut sudah terkenal di Kalimantan Selatan. Tapi aku pribadi lebih senang keadaan yang alami seperti dulu. Sekarang sudah lebih tiga tahun aku tidak pernah berendam di sana lagi, Kangen Juga……

3 thoughts on “Rindu Kampung Halaman

  1. Bertuah lah si galuh ni masih ada punyai kampung yang indah lagi nyaman sekali….kampung ku panas … iwak sapat / iwak haruan gin kada wani badiam di kampung ku.

  2. urang tarlaga kah ??? baparakan haja tu kita tapi aku sdh 8 thn jua maninggalakan pagat hanyar 5 kali bulik ka kampung dlam 8 thn ini,aku gin kaganangan banar wan dingin nya sungai pagat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s