Kota Tua

Untuk kesekian kalinya kupijakan kakiku di ibukota negaraku, kota metropolitan yang tidak pernah tidur dan katanya lebih kejam dari ibu tiri. Perjalanan kali ini sedikit berbeda dengan perjalanan sebelumnya, karena kami menginap di sebuah hotel dikawasan kota tua. Untuk pelayanan dan fasilitas kamar kuberi nilai 8 dari skala 1 – 10. Ketika kami sampai di hotel, salah satu temanku mulai berkomentar tidak enak. Dan benar saja begitu kami memasuki hotel tersebut suasana didalam membuat bulu kuduk berdiri. Kubilang saja pada temanku yang lumayan sudah berumur, kalu aku penakut dan apabila terjadi sesuatu nanti malam aku pasti akan langsung melompat ke tempat tidurnya. Begitu selesai meletakan koper di kamar aku langsung cabut cari makanan di sekitar hotel, maklum cacing dalam perut sudah mulai bernyanyi keroncongan. Temanku hanya titip makanan kepadaku, katanya dia mau istirahat saja di kamar hotel. Sehabis magrib aku pulang kekamar (maklum aku lagi cuti sholat) dan kulihat temanku selesai sholat magrib dan melanjutkan dengan baca yassin. Malam itu kami tidur awal, tapi entah mengapa aku tidak bisa tidur. Tiba-tiba temanku terbangun dan memanggilku dan mengajakku mengungsi kekamar sebelah, katanya dikamar kami AC nya panas, kubilang teman kami yang dikamar sebelah sudah tidur. Kamipun mencoba tidur lagi, tapi tak berapa lama temanku mengajak ngungsi kamar lagi, katanya di kamar terlalu sepi, akupun mulai mengerti sepertinya ada yang tidak beres dirasakan oleh temanku. Akhirnya kamipun mengungsi kekamar sebelah dengan membawa bantal masing-masing.
Sesampainya di kamar sebelah baru temanku bercerita bahwa dia merasa agak diganggu oleh sesuatu yang tidak terlihat oleh mata biasa. Paginya kami kembali kekamar kami dengan maksud membereskan barang dan mandi, tapi ternyata pintu kamar hotel kami tidak bisa dibuka, beberapa kami coba tapi tetap tidak bisa, akhirnya kami kembali kekamar sebelah. Begitu masuk kamar temanku langsung keluar dari kamar mandi dan berkata bahwa dia melihat sosok perempuan berbaju penganten mengikuti kami masuk kamar….!!! Akhirnya selama tiga malam kami ketakutan dan tidur berlima dalam satu kamar. Berdasarkan cleaning servis, security dan sopir taxi yang kami tanyai mengenai hotel tersebut, katanya memang tamu sering diganggu oleh none belanda berbaju penganten. Takkuuuuuuuutttttt…..!!!

One thought on “Kota Tua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s