Arsip

One year after

Setahun yang lalu, saya sempat berjanji pada diri saya sendiri untuk rajin ‘belajar’ menulis di blog ini.
Tapi kembali saya biarkan blog ini berdebu (ambil sapu, sulak dan pel bersih2 halaman blog) ^_^

Dalam setahun ini banyak hal terjadi dalam hidup saya. Karena waktu kerja saya sudah memungkinkan untuk melanjutkan studi, saya berusaha apply beberapa beasiswa. Saya mencoba apply dari akhir tahun 2011, tapi baru berhasil tahun 2012 kemarin. Dan akhirnya, februari yang lalu saya resmi mukim sementara di Korea Selatan untuk melanjutkan studi saya.

Banyak hal yang ingin saya bagi seperti pengalaman mendapatkan beasiswa, pengalaman hidup disini atau biasa saya sebut ‘survival life’ ^^

Sedikit-sedikit saya akan berusaha berbagi dengan kalian semua.

Iklan

[News] Kecelakaan Pesawat Sukhoi Superjet 100

Ketika mendengar berita jatuhnya pesawat buatan Rusia itu saya sangat terkejut. Saya baru mengetahui beritanya saat makan siang waktu istirahat kantor kemarin. Semua orang yang ada di tempat makan saat itu terpaku menyimak update berita penemuan keping-keping pesawat yang tersebar di dinding Gunung Salak, Jawa Barat.

Dari daftar korban beberapa dari mereka adalah pejabat dan pramugari dari maskapai penerbangan nasional SKY AVIATION. Ternyata dari berita dari yang saya dapat di kompas : “Pada Agustus 2011, PT Sky Aviation menandatangani pembelian 12 pesawat Sukhoi Superjet 100. Setahun sebelumnya, Kartika Airline melakukan hal serupa dengan membeli 30 pesawat tersebut. Pengiriman Superjet 100 untuk kedua perusahaan penerbangan tersebut dimulai tahun ini”. 

Saat ini situs resmi sky aviation (http://www.sky-aviation.co.id/)  tidak dapat diakses. Mudah-mudahan pesawat yang jatuh tersebut bukan salah satu pesawat pesanan mereka. Karena dengan banyaknya korban dari perusahaan, tentu  ini menjadi merupakan pukulan yang berat bagi mereka.

Karena medan dan cuaca, saat ini para korban belum bisa dievakuasi. Kita semua berharap semoga para korban bisa diselamatkan dan dievakuasi segera.

 

 

[Puisi] Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api

yang menjadikannya abu

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan

yang menjadikannya tiada

 

Dibaca berkali-kalipun puisi karangan Sapardi Djoko Damono ini tetap indah.

Pertama kali membacanya, hati saya terasa sakit.

Begitu ingin mencintai dengan sepenuh hati sehingga rela berkorban demi yang dia cintai.

Dibuang Sayang…

Gambar

Blog ini sudah lama sekali tidak saya update lagi..

Sempat terpikir (bahkan pernah dicoba) untuk pindah rumah, karena isi blog saya ini kurang teratur alias gado-gado. Dua blog pernah saya buat selama vakum isi blog ini. Yang pertama tetap di wordpress, tetapi blog saya di banned wordpress karena saya memberi link ke situs berbayar, padahal traffic blog saya sudah lumayan tinggi. Sebenarnya bukan kesengajaan, tetapi karena kekurangpahaman saya dalam dunia blog. Dan sampai sekarang saya tidak tahu bagaimana caranya untuk membuka blog saya itu lagi. Saya sudah dua kali mengirim email ke admin wordpress, tapi mereka hanya memberitahu kenapa mereka banned blog saya tanpa memberitahu bagaimana cara membukanya kembali. Opsi yang mereka kasih adalah upgrade ke alamat .com, tentu saja saya harus bayar… 😦

Akhirnya saya coba buat rumah baru di blogspot. Tetapi trafficnya ga sekencang disini… Di alamat saya yang lama ini walaupun tidak pernah saya update lagi, tapi minimal ada 9 tamu yang berkunjung ke sini setiap harinya.

Finally, saya putuskan untuk kembali ke rumah lama.

Bersih-bersih dan menata blog ini menjadi cantik dan nyaman untuk dikunjungi.

Selamat bertamu, kawan-kawan… Dan semoga bermanfaat.. ^__^

Tayangan berita TV ‘satu’ yang mengganggu itu

Sebelum berangkat ke kantor tadi pagi (Selasa, 21 September 2010), saya sempat melihat berita pagi di TV ‘satu’.  Ada cuplikan berita yang mengganggu saya. Saat itu TV ‘satu’ sedang menyiarkan peristiwa penggerebekan rumah salah seorang teroris yang bernama Taufik Hidayat (menurut berita teroris yang terlibat perampokan bank niaga medan).  Dalam berita tersebut, secara jelas mereka mengatakan bahwa rumah yang digrebek itu adalah rumah teroris.  Tidak ada ‘dugaan’ atau ‘tersangka’ teroris. Bagaimana mungkin media televisi nasional kita memberi label seenaknya pada seseorang yang belum dibuktikan secara hukum sebagai teroris?

Digambarkan pula bahwa terdapat banyak barang bukti seperti pakaian (baju atau celana loreng-loreng motif yang biasa digunakan utk seragam abri), potongan helm (yang mirip dengan perampok bank niaga medan), buku (masih baru, pada sampul ada gambar Osama, judul saya lupa), dan entah apa lagi, yang dijejerkan di lantai rumah. Saya tidak tahu apa memang barang bukti boleh dipublikasikan pada media oleh polisi? Dan entah kenapa waktu melihat tayangan tersebut saya jadi ragu barang bukti tersebut memang ditemukan di rumah itu….-_-

Kemudian,  berkali-kali tayangan stiker salam (yang bertuliskan Arab dan disisi kiri kanannya terdapat tulisan Allah dan Muhammad) ditayangkan. Apa maksud penayangan stiker tersebut (yang dilakukan berkali-kali) oleh TV ‘satu’ tersebut? Apakah untuk penegasan bahwa Taufik Hidayat ‘seorang teroris’ dan ‘beragama Islam’???? Saya sebagai seorang muslim jujur saja merasa terganggu  -_-

Nobody’s Boy

Saya membeli buku ini karena tertarik dengan cover atau sampul depannya. Memang ada istilah “don’t judge the book by cover” tapi karna pilihan cover yang bagus itulah saya membelinya.

(gambar dari : http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=KDWP0811&kat=5#)

Ketika melihat cover buku itu, entah kenapa saya merasa familier dengan gambarnya. Ketika saya membaca ringkasan buku di cover belakangnya, ternyata saya memang ‘mengenalnya”.

Ternyata Nobody’s Boy adalah buku cerita karangan Hector Malot yang disadur menjadi animasi 3D pertama “REMI” yang pada pertengahan 90-an sangat populer. Karena diputar oleh RCTI pada hari Minggu pagi setelah serial Doraemon. Saya yang waktu itu masih SD dan pencinta Doraemon pasti menonton serial REMI ini setelahnya. Walaupun tidak mengikuti utuh, tapi secara garis besar saya tahu jalan ceritanya.

“Berjalan di jembatan…

Bagai prajurit perang….”

Bahkan saya masih ingat sedikit lagu Ost.nya 🙂

Setelah saya membaca buku tersebut, ternyata animasi Remi itu sangat mirip dengan deskripsi dalam bukunya. Saya jadi ingin menontonnya lagi. Selain itu, saya penasaran dengan ending dalam serial animasinya. Karena seingat saya, dalam animasi  tidak ada gambaran saat remi besar atau remaja.

Untuk bukunya sendiri, menurut saya sangat indah. Karena banyak nilai-nilai baik yang terkandung di dalamnya. Dan saya rasa pengarangnya sangat adil terhadap tokoh utamanya, walaupun banyak kesulitan dan kesedihan yang menimpa remi.  Tetapi remi selalu dikelilingi orang-orang yang bersedia membantu tanpa pamrih. Nilai ini yang saya rasa sudah jarang saya dapati dalam buku-buku atau tontonan sekarang ini. Banyak cerita di mana tokoh utamanya selalu ditindas atau terkena kemalangan tetapi yang menolong pasti memiliki alasan khusus. Entah karena menyukai atau mencintai sang tokoh utama, atau karena alasan lain. Apakah karena memang saat ini nilai kepedulian terhadap orang lain semakin berkurang?